HistorianOnlineTalks: Problematika Historiografi (Sejarah) Islam Indonesia: Telaah Kritis Trikotomi Santri, Abangan dan Priyayi



Historian Online Talks Part #1

Pendahuluan

Menurut Prof. Kuntowijoyo, salah satu sifat ilmu sejarah adalah bersifat diakronis, yaitu sejarah bersifat perbandingan untuk melihat sebuah perubahan dari masa ke masa. Selain itu juga sejarah juga bersifat ideografis berguna untuk memahami sebuah peristiwa yang terjadi dalam ruang dan waktu dalam kurun tertentu. Berangkat dari landasan ini, ilmu sejarah mempunyai kemampuan untuk menerangkan sebuah peristiwa dari waktu ke waktu secara prosesual dan secara komprehensif mampu melihat sebuah permasalahan di dalam masyarakat secara lebih mendalam. 

Dari landasan tersebut, sejatinya ilmu sejarah mempunyai sarana untuk melihat perubahan besar dalam peradaban manusia, perubahan teoritik sebuah ilmu dan perubahan-perubahan mendasar yang bahkan tidak pernah tersentuh tangan tangan politik kekuasaan. Disinilah letak pentingnya konstruksi penulisan-penulisan sejarah (historiografi) yang mampu menjangkau, mengkonstruksi hal hal baru dan juga mendekonstruksi atau mengkritik pola-pola lama yang memang perlu dikritik. 

Historiografi memegang peranan penting dalam mendudukkan sejarah sebagai suatu disiplin ilmu yang bisa menjelaskan aspek-aspek perubahan zaman kontemporer kemudian melihat mundur ke belakang secara kronologis (waktu) dan juga diakronis (ruang). Perumpamaannya adalah seperti melihat sumur, garis memanjang ke bawah adalah sebuah kronik waktu yang ditarik dari masa kontemporer menuju masa lampau. Sementara beton/batu melingkar yang menyusun sumur seperti sebuah ruang kehidupan manusia dari berbagai sisi (sosiologi, antropologi, politik, budaya, ekonomi dll). 

Berawal dari pemikiran tersebut, Integritas Media dalam setahun kedepan (2020) akan menghadirkan sedikitnya 6 Sejarawan Muda (setiap dua bulan sekali) untuk mendiskusikan masalah masalah historiografi sejarah dari masa kontemporer hingga masa kolonial untuk dijadikan wawasan dalam melihat sebuah perubahan zaman secara kompreensif dan mendalam. selamat menikmati. 

(Subandi Rianto, tuan rumah).   


Profil Pemateri:

N. Bayu Widjanarko adalah Pengajar Ilmu Sejarah di Universitas Negeri Semarang, Jawa Tengah. Menyelesaikan pendidikan sarjana dari Departemen Ilmu Sejarah FIB Universitas Airlangga, Surabaya dan program master dari Departemen Ilmu Sejarah FIB Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Bayu adalah sejarawan ahli di bidang sejarah islam politik, sejarah agraria serta sejarah kebudayaan Islam. Bayu dihadirkan dalam diskusi online ini untuk membedah konstruksi trikotomi (pembagian) sebuah konstruksi lama Santri, Abangan, Priyayi dan tentu akan berbicara masalah dekonstruksi kenapa tiga pembagian ini sudah tidak relevan di masa kontemporer. 



Download Materi Pendahuluan

1. Cliffor Geertz, Agama Jawa: Abangan, Santri, Priyayi dalam Kebudayaan Jawa (klik untuk download)

2. MC. Riklefs, The Birth of Abangan (Klik untuk download)


Cara Bergabung Diskusi

1. ketik: bit.ly/integritasmedia di browser anda. atau klik: http://bit.ly/integritasmedia
2. Sistem secara otomatis akan mengarahkan anda untuk bergabung dengan grup whatsapp.

Peraturan Grup Whatsapp Historian Online Talks

1. Grup telah di setting bahwa yang bisa mengirim pesan hanya moderator dan pemateri.
2. Sehingga seluruh peserta bisa dengan tenang menyimak ulasan dan pemaparan dari pemateri. 
3. Pemateri akan memberikan materi sepanjang 1 jam.
3. Peserta akan diberikan sesi bertanya di 30 menit terakhir. 
4. Peserta bisa bertanya dengan mengirim pesan kepada moderator. moderator akan menyampaikan ke pemateri, dan pemateri memilih pertanyaan penting yang akan dijawab. 
5. Pemateri menjawab pertanyaan dalam 30 menit terakhir. 
6. Pemateri menunjuk satu pertanyaan terbaik untuk diberikan hadiah 1 (satu) buku Sejarah Kauman karya Ahmad Adaby Darban. 









Posting Komentar

0 Komentar