Menelusuri Cairo, Baghdad dan Maroko: Kisah Perjalanan Spiritual Gus Dur (Bag. 1)

Menelusuri Cairo, Baghdad dan Maroko: Kisah Perjalanan Spiritual Gus Dur (Bag. 1)





Siapa tak mengenal Gus Dur, panggilan akrab dari Abdurrahman Wahid, putra kiai terkemuka dari Jawa Timur, sekaligus generasi awal Nahdlatul ulama. Gus Dur pernah nyantri (bersekolah) di beberapa pesantren. termasuk tempat terkemuka di Cairo dan Baghdad. Namun Ia memilih melanjutkan perjalanan spiritualnya untuk mengenal Islam lebih dalam.

Gus Dur pernah menjadi pimpinan utama NU kemudian melonjak naik menjadi Presiden Republik Indonesia dalam sebuah sidang MPR yang berlangsung dramatis. Head to head antara Gus Dur melawan Megawati Soekarnoputri (putri proklamator Ir. Soekarno). Head to head ini dimenangkan Gus Dur setelah fraksi-fraksi Islam dan reformasi merapat untuk mendukung Gus Dur menjadi RI 1. Naiknya Gus Dur sebagai Presiden RI melengkapi kiprah politisi NU di berbagai jabatan pemerintahan. 

Sebelum menelusuri kisah perjalanan spiritual Gus Dur di berbagai daerah dan tempatnya bersekolah. Ada satu daerah menarik yang perlu dibahasa yaitu Maroko, sebuah negara di ujung barat Benua Afrika. Gus Dur pernah mengunjungi masjid di Maroko bernama Masjid Qairawan. Di sana terdapat koleksi buku bahasa arab karya Ibnu Rusy berjudul Ethika Nicomacheia. Gus Dur kemudian memeluk sambil menangis. Kemudian berkata bahwa manusia berhutang budi atas pemikiran Ibnu Rusy yang mengadopsi Aristoteles mengenai etika moral dalam kehidupan.

Kisah ini ditulis sendiri oleh Gus Dur dalam pengantar buku Zuhairi Misrawi. Buku-buku tulisan Ibnu Rusy memang mengedepankan dan memadukan antara gaya ilmu pengetahuan, moralitas berkehidupan dan rasionalitas berpikir sebagai seorang manusia. dalam istilah ilmiahnya, kehidupan berbangsa dan bernegara akan menjadi rapuh ketika manusia tidak mengedepankan moral untuk saling mengingatkan, ssaling menghargai dan saling berpikir untuk mencerahkan.

artikel selanjutnya akan menulis Kisah Perjalanan Spiritual Gus Dur di Cairo, Mesir.

Posting Komentar

0 Komentar